Ilmuwan Temukan Planet Baru dengan Tiga Matahari

Dalam penemuan terobosan, tim ilmuwan telah menemukan planet baru yang tidak hanya memiliki satu, bukan dua, tetapi tiga matahari. Planet ekstrasurya yang baru ditemukan ini, bernama LTT 1445Ab, terletak 22,5 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Indus. Yuk sebelum lanjut baca mampir dulu ke Aladdin138. Gandakan uang anda di sana segera dan nikmati keseruannya dan promo-promonya.

Slot online, judi online

Penemuan tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari Pusat Astrofisika | Harvard & Smithsonian dan Universitas California, Santa Cruz. Tim tersebut menggunakan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) untuk mendeteksi planet tersebut, yang berukuran sekitar satu setengah kali ukuran Bumi dan mengorbit ketiga mataharinya setiap 5,36 hari.

Planet baru ini diklasifikasikan sebagai “Bumi super panas”, yang berarti ukurannya mirip dengan Bumi tetapi memiliki suhu permukaan yang jauh lebih panas. Tiga matahari dalam sistem LTT 1445Ab semuanya lebih kecil dari matahari kita, dan mereka mengorbit satu sama lain dalam formasi yang relatif rapat, dengan pasangan bintang terdekat mengorbit satu sama lain setiap 3,8 hari.

Penemuan LTT 1445Ab sangat penting karena menantang pemahaman para ilmuwan tentang bagaimana planet terbentuk dan bagaimana mereka berinteraksi dengan banyak bintang. Keberadaan planet ini menunjukkan bahwa sistem planet dengan banyak bintang mungkin lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Sistem ini sangat menarik karena menantang pemahaman kita tentang bagaimana planet terbentuk dan berevolusi dalam sistem yang begitu kompleks,” kata Jennifer Winters, seorang peneliti di Pusat Astrofisika | Harvard & Smithsonian dan penulis utama studi ini.

Penemuan LTT 1445Ab juga menimbulkan pertanyaan tentang kelayakhunian planet ini. Sementara planet ini terletak di zona layak huni dari sistem bintangnya, di mana suhunya cukup moderat untuk keberadaan air cair di permukaannya, kehadiran banyak matahari dapat membuat lingkungan menjadi keras dan tidak dapat diprediksi.

“Planet dalam sistem multi-bintang tunduk pada gaya gravitasi yang kompleks dan seringkali tidak dapat diprediksi, dan kelayakhunian dunia ini kurang dipahami,” kata Winters.

Penemuan LTT 1445Ab hanyalah yang terbaru dari serangkaian terobosan dalam penelitian planet ekstrasurya. Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan ribuan exoplanet, beberapa di antaranya memiliki ukuran dan komposisi yang mirip dengan Bumi. Studi tentang planet ekstrasurya telah menjadi bidang penelitian utama dalam astronomi dan astrofisika, karena para ilmuwan berusaha memahami keragaman sistem planet di galaksi kita dan sekitarnya.

Penemuan LTT 1445Ab juga merupakan bukti kekuatan alat baru dan inovatif seperti satelit TESS. Diluncurkan pada tahun 2018, satelit tersebut telah membuat beberapa penemuan besar, termasuk deteksi kelas baru planet ekstrasurya yang disebut “mini-Neptunus”.

TESS bekerja dengan memindai langit untuk melihat perubahan kecerahan bintang, yang dapat mengindikasikan keberadaan planet yang mengorbit di sekelilingnya. Satelit tersebut telah mengamati lebih dari 90% langit, menjadikannya alat yang sangat berharga untuk penelitian planet ekstrasurya.

“Misi TESS dirancang untuk menemukan planet kecil di sekitar bintang terang, menjadikan LTT 1445Ab salah satu penemuan paling menarik,” kata Winters.

Saat para ilmuwan terus menjelajahi kosmos, jelaslah bahwa penemuan LTT 1445Ab hanyalah awal dari era baru penelitian planet ekstrasurya. Dengan alat dan teknik baru yang dikembangkan setiap hari, tidak ada keraguan bahwa kita akan terus membuat penemuan baru dan menarik tentang planet-planet di luar tata surya kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *